Futurecoin – Hong Kong resmi memasuki babak baru dalam industri aset digital. Stablecoin pertama yang diterbitkan dengan regulasi pemerintah dan dipatok terhadap dolar Hong Kong mulai beroperasi pada Rabu, 12 Agustus 2026.

Namun, ada satu hal yang mungkin membuat investor ritel sedikit kecewa. Stablecoin ini belum bisa dibeli masyarakat umum.

Token bernama HKDAP tersebut diterbitkan oleh Anchorpoint Financial dan untuk tahap awal hanya tersedia bagi institusi, nasabah korporasi, serta investor profesional.

Anchorpoint Financial merupakan anak usaha Standard Chartered Bank (Hong Kong). Perusahaan tersebut menggandeng HKT dan Animoca Brands sebagai mitra ventura, sementara HashKey Exchange dan OSL Group menangani distribusi token.

Dua Perusahaan Dapat Lisensi

Perjalanan menuju peluncuran stablecoin Hong Kong tidak berlangsung sebentar.

Hong Kong Monetary Authority (HKMA) sebelumnya menerima 36 permohonan lisensi penerbit stablecoin. Setelah melalui proses seleksi, hanya dua perusahaan yang akhirnya mendapatkan izin.

Selain Anchorpoint Financial, HSBC juga memperoleh lisensi untuk menerbitkan stablecoin.

Kedua perusahaan tersebut menjadi bagian dari langkah Hong Kong membangun ekosistem stablecoin yang diawasi regulator. Pilihan menggunakan dolar Hong Kong juga cukup masuk akal karena China daratan memiliki kebijakan ketat terhadap penggunaan stablecoin yang dipatok yuan di luar negeri.

Kenapa Masyarakat Umum Belum Bisa Membeli?

Aturan stablecoin Hong Kong memang cukup ketat.

Berdasarkan Stablecoins Ordinance, penerbit stablecoin wajib memiliki modal disetor sedikitnya HK$25 juta atau sekitar US$3,2 juta. Dana cadangan juga harus dipisahkan dari aset perusahaan dan digunakan untuk mendukung nilai stablecoin yang beredar.

Pemegang stablecoin juga memiliki hak untuk menukarkan token dengan nilai nominalnya dalam waktu maksimal satu hari kerja. Berbeda dengan produk investasi, stablecoin tersebut tidak memberikan bunga kepada pemegangnya.

Untuk saat ini, Anchorpoint memilih menjalankan peluncuran secara bertahap. Akses untuk investor ritel diperkirakan baru tersedia menjelang akhir 2026, meski perusahaan belum menetapkan tanggal resmi.

Dengan kata lain, stablecoin-nya sudah meluncur, tetapi pasar ritel masih harus menunggu giliran.

Stablecoin Hong Kong Masih Menghadapi Tantangan

Peluncuran HKDAP juga terjadi ketika regulator Hong Kong sedang meningkatkan pengawasan terhadap keamanan sektor keuangan dan aset digital.

Pada 13 Agustus, HKMA memperingatkan masyarakat mengenai sejumlah situs palsu yang mengatasnamakan beberapa bank di Hong Kong, termasuk Chong Hing Bank, Chiyu Banking Corporation, dan OCBC Bank (Hong Kong).

Kasus semacam ini menunjukkan bahwa digitalisasi layanan keuangan tidak hanya membawa peluang baru, tetapi juga membuka ruang bagi modus penipuan yang semakin canggih.

Di sektor kripto, tantangannya bahkan lebih besar. Transaksi aset digital dapat berlangsung sangat cepat, sementara pengguna sering kali berhadapan dengan layanan dan platform yang sulit dibedakan antara yang resmi dan palsu.

Apakah Stablecoin Hong Kong Bisa Menyaingi Dominasi Dolar AS?

Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah stablecoin berbasis dolar Hong Kong benar-benar bisa menjadi pesaing stablecoin dolar AS.

Pasar stablecoin global saat ini masih didominasi aset yang dipatok terhadap dolar AS. Tether, misalnya, menguasai porsi besar pasar stablecoin global.

Sementara itu, dolar Hong Kong sendiri telah dipatok terhadap dolar AS melalui sistem Linked Exchange Rate System sejak 1983.

Artinya, meskipun HKDAP menggunakan dolar Hong Kong, fondasi moneternya tetap memiliki hubungan erat dengan dolar AS.

Bagi Hong Kong, peluncuran ini mungkin bukan semata-mata soal menciptakan pesaing Tether atau stablecoin dolar lainnya. Langkah tersebut lebih menunjukkan ambisi kota tersebut untuk membangun infrastruktur aset digital yang teregulasi dan tetap relevan di tengah perkembangan industri blockchain global.

Untuk investor ritel, satu hal sudah jelas: stablecoin Hong Kong sudah hadir, tetapi belum waktunya ikut membeli.